News

WFP Perluas Bantuan Pangan di Venezuela, Targetkan 500 Ribu Korban Gempa

Moskow (KABARIN) - Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau WFP memperluas operasi kemanusiaannya di Venezuela setelah dua gempa bumi besar mengguncang negara tersebut. Bantuan pangan ditargetkan menjangkau hingga 500 ribu warga di wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Dalam pernyataannya pada Selasa (30/6), WFP mengatakan distribusi bantuan telah dimulai di Provinsi La Guaira yang menjadi salah satu daerah dengan kerusakan paling berat.

"WFP telah memulai distribusi pangan di La Guaira, provinsi yang paling parah terdampak, dengan menyediakan paket bantuan berisi ransum pangan untuk satu bulan (sereal, kacang-kacangan, dan minyak sayur) bagi 1.200 orang sejauh ini, serta mendirikan pusat-pusat penyaluran pangan sementara di wilayah tersebut," demikian pernyataan WFP.

Seiring bertambahnya informasi mengenai dampak bencana, WFP juga memperluas jangkauan operasinya ke daerah lain yang terdampak gempa.

Tim di lapangan diterjunkan untuk melakukan penilaian kebutuhan sekaligus menentukan wilayah yang memerlukan tambahan bantuan pangan.

Saat ini WFP memiliki lebih dari 3.000 ton stok pangan di Venezuela. Persediaan tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 10 ribu keluarga selama dua bulan, sementara pengiriman bantuan tambahan masih terus dilakukan.

Selain itu, lebih dari 1.400 ton bantuan kemanusiaan dari berbagai mitra juga telah disiapkan di gudang bantuan PBB di Panama dan siap diberangkatkan ke Venezuela.

Untuk memperkuat respons darurat, WFP mengajukan kebutuhan pendanaan sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp885 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk menyediakan bantuan pangan darurat bagi hingga 500 ribu orang selama tiga bulan ke depan.

Apabila kebutuhan pendanaan dapat terpenuhi, WFP menyatakan kapasitas operasinya akan ditingkatkan sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga satu juta orang.

Pekan lalu, Venezuela dilanda dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. Berdasarkan data resmi terbaru, bencana itu menyebabkan 1.943 orang meninggal dunia dan lebih dari 10.500 lainnya mengalami luka-luka.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: